BIAK NUMFOR — Mataelangnusantara – Festival Biak Munara atau Wampasi 2026 resmi dibuka pada 1 Juli 2026 dan berlangsung hingga 7 Juli 2026 di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Pembukaan ditandai dengan pidato resmi pada pukul 10.20 WIT.
Festival tahun ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian parawisata Pemerintah Provinsi Papua, TNI/Polri, BUMN/BUMD, OPD lokal, seniman, serta media atas dukungan penyelenggaraan.
Mengusung tema pelestarian adat dan sumber daya pesisir, festival menjadi panggung untuk menampilkan warisan budaya eksotis Suku Biak, kearifan lokal, serta potensi laut dan pantai Biak Numfor. Lokasi kegiatan dipusatkan di wilayah pesisir, termasuk Pulau Bromsi, Kampung Sari Bra, dan Distrik Ai Mando.
Peserta yang hadir meliputi tokoh adat, pemimpin perempuan dan pemuda, seniman, media, wisatawan domestik dan mancanegara, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada di Pulau Bromci, serta perwakilan kabupaten tetangga.
Dalam arahannya, panitia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan identitas budaya agar wisatawan meninggalkan kesan positif dan mendorong kunjungan ulang. Upaya ini disebut sebagai bagian dari strategi pengembangan festival ke tingkat internasional dan promosi pembangunan daerah melalui sektor pariwisata.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra SH.MM,juga mengumumkan rencana lanjutan berupa Karnaval Budaya Pasifik pada Oktober 2026. Karnaval tersebut akan digelar sejalan dengan Bulan Budaya Nasional dan direncanakan melibatkan negara-negara Pasifik, termasuk Papua Nugini. Dukungan masyarakat diminta untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Koordinasi penyelenggaraan festival saat ini terus dilakukan bersama kementerian pusat dan instansi terkait, di bawah pimpinan pejabato
daerah termasuk Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor.
Penulis,Herikson W Kbarek



