Musi Rawas ( mataela gnusantara.id ), Aktivitas galian tanah di lokasi kaplingan Desa J Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, menuai keluhan warga. Pasalnya, jalan aspal di Dusun III yang sebelumnya mulus kini mengalami kerusakan parah akibat dilalui kendaraan berat bermuatan tanah.
Warga setempat mengaku sangat dirugikan. Jalan yang sebelumnya lancar dilalui mobil sedan, kini sulit dilewati kendaraan jenis minibus. Bahkan pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Sekarang lewat motor saja harus pelan-pelan, takut terpeleset. Apalagi mobil, sering kesulitan,” ujar salah seorang warga saat investigasi di lokasi, Rabu (8/1/2026), yang enggan disebutkan namanya.
Kerusakan jalan diduga kuat akibat aktivitas dump truck bermuatan tanah lebih dari 7 ton yang lalu lalang mengangkut hasil galian. Truk-truk tersebut melintas melalui jalan aspal desa dari Dusun III menuju jalan utama lintas Jalan Diponegoro.
Di lokasi juga terlihat alat berat excavator PC 200 milik pengelola galian yang sengaja dihadirkan untuk meratakan tanah berbentuk bukit yang lebih tinggi dari badan jalan. Kepala Desa setempat membenarkan adanya kegiatan tersebut.
“Perataan tanah memang diizinkan agar tidak terjadi longsor ke badan jalan aspal,” jelas Kepala Desa J Ngadirejo.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan akibat aktivitas proyek tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat potensi kecelakaan lalu lintas semakin besar.
Warga berharap pemerintah desa segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas galian tanah serta memastikan adanya perbaikan jalan sebelum terjadi insiden fatal, seperti kendaraan terbalik atau kerusakan parah pada kendaraan warga.
Media pers online telah mengonfirmasi persoalan ini kepada masyarakat, pihak pengelola alat berat, pemerintah desa, serta lingkungan sekitar yang terdampak langsung.
Penulis : BC / Team



