Ternate,Mataelangnusantara.Id– Penekanan baru disampaikan oleh Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., bahwa program proyek perubahan ASN di kota ini bukan sekadar formalitas administratif atau syarat kenaikan jabatan. “Proyek perubahan bukan sekadar persyaratan kenaikan jabatan, tetapi harus benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan peluncuran tiga proyek perubahan hasil pelatihan kepemimpinan nasional di Hotel Bela Ternate, Senin (3/11/2025), Pemerintah Kota Ternate menunjukkan arah baru birokrasi yang lebih berorientasi ke hasil.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa inovasi yang akan diuji bukan ide baru semata, melainkan bagaimana metode yang sudah dikenal diterapkan dengan cara dan ruang berbeda di Kota Ternate. “Inovasi ini mungkin bukan hal baru, namun yang diuji adalah bagaimana metode yang sama diterapkan dengan cara dan ruang berbeda di Kota Ternate,” ujar Wali Kota.
Tiga proyek perubahan itu — yakni SIPINTAR, SPIRIT MANDIRI, dan CEKATAN — menyasar tiga aspek layanan publik strategis: pendidikan, penataan ruang dan peran masyarakat, serta ketertiban umum. Melalui reformasi ini, ASN di Kota Ternate diharapkan tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi menjadi agen perubahan yang nyata.
Sekda Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa peluncuran ini harus diikuti implementasi aktif agar manfaat terasa langsung oleh warga. “Diharapkan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sekda.
Dengan semangat “Ternate Terus Berbenah”, Pemerintah Kota Ternate menegaskan bahwa layanan publik harus semakin responsif, inklusif, dan efisien — bukan hanya pindah-karton ataupun proyek yang berhenti setelah peluncuran.
Tim Redaksi



