Tugumulyo, 18 April 2026 –( mataelangnusantara.id ), Viral di tengah masyarakat, kondisi jalan berlubang di Kecamatan Tugumulyo akhirnya memicu respon cepat aparat kepolisian. Ironisnya, saat warga menunggu penanganan dari instansi teknis, justru polisi yang lebih dulu turun tangan melakukan perbaikan darurat.
Dipimpin Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan, jajaran Polsek langsung melakukan penambalan di sejumlah titik rawan, khususnya di jalur utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena membahayakan pengendara.
Beberapa titik yang ditangani di antaranya simpang Desa Trikoyo dan ruas jalan Desa Tegal Rejo. Kondisi jalan berlubang yang kerap tertutup genangan air saat hujan disebut warga sebagai “jebakan maut” yang bisa memicu kecelakaan kapan saja.
“Kami sudah lama khawatir. Kalau hujan, lubang tidak kelihatan sama sekali. Ini sangat berbahaya, apalagi untuk pengendara motor,” ungkap Suyanto, warga setempat.
Rini (34), pengguna jalan lainnya, juga menyoroti lambannya penanganan dari pihak terkait.
“Sudah sering dikeluhkan, tapi belum ada perbaikan serius. Justru polisi yang turun tangan duluan. Kami sangat apresiasi, tapi seharusnya ini jadi tanggung jawab dinas terkait,” tegasnya.
Langkah cepat Polsek Tugumulyo ini secara tidak langsung menjadi sorotan terhadap kinerja instansi teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), yang dinilai belum maksimal dalam merespons keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan.
Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan menegaskan, pihaknya tidak ingin menunggu jatuhnya korban akibat jalan rusak.
“Kami bergerak cepat demi keselamatan masyarakat. Ini langkah darurat untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa perbaikan permanen tetap menjadi kewenangan instansi terkait, dan diharapkan segera dilakukan agar kondisi jalan benar-benar aman.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait untuk perbaikan yang lebih maksimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi lubang jalan yang masih ada.
“Kurangi kecepatan, waspada terhadap genangan air, dan tetap patuhi aturan lalu lintas,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan infrastruktur jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan nyawa pengguna jalan—yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
( Budi )



