Kendari,Mataelangnusantara.id -Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumengerukka (ASR) mengatakan bahwa pemerintah provinsi akan komitmen mendukung 7 program strategis nasional di Sulawesi Tenggara (Sultra)..
Tujuh Program Unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menjadi acuan urama serta program strategis nasional yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Unggul Garuda, Sekolah Rakyat, revitalisasi pendidikan, digitalisasi pendidikan, dan lainnya.
Gubernur Sultra ASR pun meminta dinas pendidikan serta sekolah untuk mendukung dan menyelaraskan program pendidikan daerah dengan kebijakan strategis nasional tersebut.
Mendukung dan menyelaraskan program daerah dengan kebijakan strategis nasional agar pelaksanaannya efektif dan berdampak nyata bagi peserta didik,” kata ASR, belum lama ini.
Proses pembangunan Sekolah Unggul Garuda yang menjadi program nasional di Provinsi Sultra mulai berlangsung dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Lokasinya di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), berjarak sekitar 21 kilometer (km), dari pusat Kota Kendari, yang merupakan ibu kota Sulawesi Tenggara.
Tiga Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dibangun di Provinsi Sultra, mulai tahun 2026.
Lokasinya di Desa Anggondara, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konsel.
Dua sekolah lainnya di Kabupaten Konawe yakni Desa Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, dan Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha.
Program MBG pun sudah berjalan di 17 kabupaten/ kota se-Sulawesi Tenggara, mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga SMA sederajat.
Terdapat total 111 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Operasional se-Provinsi Sultra yang melayani kebutuhan MBG bagi murid, pelajar, dan siswa.
SPPG adalah unit layanan yang didirikan oleh mitra untuk mendukung distribusi makanan bergizi sesuai standar BGN, dikenal dapur MBG.
Untuk itu, Gubernur Sultra ASR, mengingatkan pentingnya menyamakan persepsi antar sekolah agar seluruh kebijakan pendidikan berjalan searah dan konsisten.
Diapun mendorong optimalisasi fasilitas pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan karakter bagi seluruh peserta didik.
Gubernur Sultra ASR juga meminta pemerataan bantuan pendidikan yang harus disesuaikan dengan jumlah siswa dan beban kerja masing-masing sekolah.
Porsi antara pelayanan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik, kata ASR, dikutip mataelangnusantara.id dari laman PPID Utama Sultra, pun harus seimbang.
Tim Redaksi



