KOTA MALANG ( mataelangnusantara.id ), Bencana yang menimpa wilayah Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari kemarin banyak meninggalkan duka mendalam bagi para korban dan tentunya bangsa Indonesia. Bantuan mulai mengalir, begitupula apa yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Solusi Malang yang juga perlihatkan kepeduliannya. Senin (01/12/2025)
Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua Yayasan Rumah Solusi Hermin Susanti usai bertemu dengan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang.
Hermina mengungkapkan apa yang menjadi langkah yayasannya guna membantu meringankan beban para mahasiswa yang berasal dari wilayah Sumbar.
“Dalam hal ini Yayasan Rumah solusi akan memberikan bantuan berupa keperluan sehari-hari seperti sembako kepada para mahasiswa asal Sumbar yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang”.
Hermina juga mengatakan langkah yang ditempuh oleh yayasan adalah juga sebagai bentuk kepedulian antar sesama warganegara Indonesia.
“Ada alasan khusus ketika kami tidak berikan bantuan langsung pada, kita juga harus memikirkan nasib adik-adik mahasiswa yang ternyata juga banyak keluarga di kampung halamannya juga menjadi korban bencana”.
Sementara itu Dwi Antok yang juga sebagai Korlap Yayasan Rumah Solusi juga menambahkan jika jangan sampai para mahasiswa asal Sumbar tersebut juga terdampak bencana.
“Kita tidak ingin mereka menjadi korban secara tidak langsung, maka dari itu kami membantu dengan cara memberikan sembako dan keperluan lainnya. Karena kami yakin keluarga mereka yang menjadi korban tidak bisa memberikan uang saku”.
Antok juga menjelaskan pasca bertemu dengan pengurus HMI cabang Malang, pihaknya juga menemukan informasi bahwa ada banyak mahasiswa yang hingga saat ini belum bisa berkomunikasi dengan keluarganya.
“Untuk hal tersebut, secepatnya kami akan berusaha secepatnya mencarikan solusi agar para mahasiswa bisa berkomunikasi kembali dengan keluarganya”. Tegasnya.
Masih menurut Antok, pihaknya akan memulai aksi kepedulian pada mahasiswa asal Sumbar akan dimulai pada Senin (01/12/2025) dan untuk tenggat waktu berapa lama, pihak Yayasan Rumah Solusi belum bisa memastikan.
(Junaedi)



