Sigli ( mataelangnusantara.id ), Sejumlah krueng (sungai, red) di Kabupaten Pidie meluap akibat tingginya curah hujan dan mengakibatkan berbagai kerusakan fasilitas umum serta menjadikan persiapan musim tanam petani luluh lantak.
Selain jalan maupun takut penahan banjir dan saluran irigasi rusak akibat banjir disejumlah kawasan gampong (desa, red).
Memastikan bagaimana dampak dari banjir akibat luapan sejumlah sungai di Kabupaten penghasil kerupuk mulieng (emping malinjo, red) Wabup Pidie didampingi pejabat terkait termasuk Sekretaris Daerah dan unsur FORKOPIMDA Pidie turun langsung meninjau masyarakat yang berdampak banjir.
Akibat banjir yang melanda sejumlah kabuopaten / kota di Provinsi Aceh juga mengakibatkan gangguan parah terhadap jaringan listrik maupun saluran telekomunikasi di Kabupaten Pidie dan kawasan timur utara Provinsi Aceh.
Amatan media ini secara langsung di lapangan menyimpulkan bahwa bencana banjir tahun ini dapat digolongkan sebagai banjir terbesar dalam 10 tahun terakhir.
Pemerintah mulai dari pemerintahan gampong dapat memberi perhatian serius mengenai dampak banjir tahun ini agar mudah dalam berkoordinasi dalam upaya penanganan pasca banjir kedepan, termasuk kerusakan parah sejumlah fasilitas umum termasuk saluran irigasi. Pemerintah Kabuoaten Pidie konsen dan serius memberi perhatian kepada masyarakat termasuk kedepan akan segera memperbaiki setiap fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir, sebut Luthfi yang mendampingi Wakil Bupati Pidie dan Sekretaris Daerah Pidie ketika melintas di Kecamatan Kembang Tanjong.
Banjir, Gelap Gulita dan Putus Komunikasi.
Akibat banjir, terganggunya jaringan listrik hingga putusnya jaringan telekomunikasi telkomsel semakin memperburuk keadaan masyarakat ditengah bencana banjir, putusnya jaringan listrik dan terjadinya gangguan jaringan telekomunikasi sejak pagi hari (rabu, 26/11/2025) mengakibatkan sejumlah kawasan di Kabupaten Pidie gelap gulita. Keadaan di beberapa kecamatan seperti masa-masa awal kemerdekaan, tidak terdengar suara azan seperti biasanya, hampir seluruh rumah hanya ada lilin dan lampu teplok dari sumbu kain seperti zaman dahulu.
Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar berharap kepada segenap masyarakat yang terkena dampak banjir agar senantiasa bersabar dan tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah khususnya pemerintah gampong agar Pemerintah Kabupaten Pidie dapat mengumpulkan data yang benar. Validasi data akan menjadi point penting dalam penanganan pasca bencana kedepan khususnya dalam upaya pemerintah menetapkan kebijakan dalam menghadapi masa panik yang penting disegerakan.
(AM_ZMA).



